Selasa, 31 Januari 2017

Gejala Penyakit Janutng Koroner

Gejala Penyakit Janutng Koroner

Penyakit penyakit jantung koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis, arteri koroner atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung.
Masalah ini dapat berdampak pada penumpukan plak di arteri. Ini disebut arteriosklerosis yang merupakan pengerasan pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian. Bahkan pada penyakit jantung sendiri membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.
Ada sejumlah faktor yang terkait dengan penyakit jantung iskemik. Faktor-faktor yang beresiko sebagai penyebab penyakit jantung iskemik adalah merokok, kadar kolesterol yang tinggi dan diabetes mellitus. Beberapa penelitian lebih lanjut mengungkapkan faktor genetik dan keturunan sebagai faktor potensial lain yang menyebabkan timbulnya penyakit jantung iskemik.

Baca Juga Artikel Biaya Operasi Jantung Koroner di Biaya Operasi Jantung Koroner Terbaru 2017 Termurah BPJS

Gejala Penyakit Janutng Koroner

Dijelaskan dr Ivan Joalsen Mangaratua Sihaloho SpBTKV, angina sama dengan chest pain atau nyeri dada. Angina terjadi karena penyumbatan pembuluh darah koroner atau memang seseorang telah menderita jantung koroner (PJK).
“Nyeri dada bisa datang tiba-tiba dalam kondisi stres secara emosi ataupun fisik. Seseorang yang mengalami penyumbatan atau jantung koroner bisa merasakan angina, nyeri dada, sesak, dan lemas. Semakin besar sumbatan, maka semakin tinggi risiko pasien mengalami angina,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (29/12).
Ivan menuturkan, diabetes, hipertensi, kolesterol, obesitas, kurang olahraga, dan gaya hidup tidak sehat, merupakan faktor risiko dari PJK. Tentunya, hal itu juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami angina.
Jika Anda memiliki faktor risiko PJK, kemudian sering mengalami nyeri dada, Ivan mengingatkan, untuk waspada dan segera memeriksakan diri.
“Tidak semua nyeri dada dapat dicurigai sebagai gejala penyakit jantung koroner. Ada beberapa gejala khas, bisa saja nyeri otot tulang atau masalah di paru. Misalnya, tumor paru atau mediastinum dan kelainan jantung itu sendiri,” urai spesialis bedah toraks dan kardiovaskuler itu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS).
Selain itu, sambungnya, ciri angina yang terkait PJK, biasanya nyeri di dada kiri menjalar ke lengan atau ke punggung. Atau pasien merasa seperti terbakar, ditusuk, dan ditimpa benda berat. Sering merasakan nyeri di ulu hati juga bisa menjadi salah satu gejala jantung koroner.
“Frekuensi nyeri terjadi terus-menerus saat dibawa beraktivitas. Bila pasien meminum obat, nyeri akan hilang. Jika Anda mengidap penyakit jantung, sangat dianjurkan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Minum obat sesuai petunjuk dokter agar penyakit tidak semakin memburuk,” pungkasnya.